Intensifikasi Pekarangan bersama Kelompok Tani Wanita (KWT) di Desa Kuripan Kidul
30 Januari 2026 · Artikel

Hari / Tanggal : Sabtu, 10 Janurari 2026
Waktu : 09.00 - selesai
Tempat : Kebun Kelompok Tani Wanita (KWT)
Penyelenggara : KKN Universitas Jenderal Soedirman : Bidang Lingkungan
Peserta : Kelompok Tani Wanita (KWT)
Kegiatan Intensifikasi Pekarangan di Desa Kuripan Kidul dilaksanakan bersama Kelompok Tani Wanita (KWT) sebagai upaya pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal. Kegiatan ini dilakukan dengan menanam tanaman cabai menggunakan media polibag serta menerapkan sistem irigasi tetes sederhana untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.
Tujuan kegiatan Intensifikasi Pekarangan bersama Kelompok Tani Wanita (KWT) di Desa Kuripan Kidul adalah untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal melalui budidaya tanaman cabai dalam polibag dengan penerapan sistem irigasi tetes sederhana, guna mendukung ketahanan pangan keluarga, meningkatkan keterampilan anggota KWT, serta menambah potensi ekonomi rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi cara penanaman cabai dalam polibag. Media tanam dibuat dari campuran tanah, kompos, dan sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1, kemudian diaduk hingga merata dan dimasukkan ke dalam polibag ukuran 35 × 35 cm sampai hampir penuh serta ditekan ringan agar tidak terlalu gembur.
Selanjutnya dibuat lubang tanam di tengah polibag dengan kedalaman sekitar 5 - 7 cm. Bibit cabai berumur 3 - 4 minggu dengan 4 - 6 helai daun ditanam secara hati-hati agar akar tidak rusak, kemudian ditutup kembali dengan media tanam dan ditekan perlahan.
Setelah penanaman, dilakukan pemasangan irigasi tetes sederhana menggunakan botol plastik bekas yang dilengkapi drip spike. Botol diisi air dan ditancapkan ke media tanam dengan jarak sekitar 5 - 7 cm dari batang tanaman, dengan posisi terbalik agar air menetes perlahan.
Tahap akhir adalah pengaturan aliran air dan perawatan awal. Aliran tetesan air diatur agar merata untuk menjaga kelembapan tanah. Polibag diletakkan di tempat yang mendapat cukup sinar matahari, dilakukan penyiraman tambahan bila media kering, serta pemeriksaan rutin untuk mencegah hama dan penyakit.
Dengan adanya kegiatan Intensifikasi Pekarangan bersama Kelompok Tani Wanita (KWT) di Desa Kuripan Kidul, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif melalui budidaya cabai dalam polibag dengan sistem irigasi tetes sederhana. Kegiatan ini berdampak positif dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, menghemat penggunaan air, serta mendorong peran aktif perempuan desa. Selain itu, hasil panen cabai berpotensi menambah pendapatan keluarga dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Sebagai penutup, KKN Universitas Jenderal Soedirman 2026 berharap kegiatan Intensifikasi Pekarangan ini dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan pekarangan yang berkelanjutan dan terus dikembangkan oleh masyarakat, khususnya Kelompok Tani Wanita (KWT). Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dengan cakupan peserta yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan ketahanan pangan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Tinggalkan Komentar